Ingin Menikah di Tengah Pandemi Virus Covid-19? Inilah Aturan Menikah yang Harus Kamu Patuhi!

 

Semakin meningkatnya masyarakat yang terdeteksi positif virus Covid-19 ini, khusunya di daerah DKI Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memperpanjang status darurat di Indonesia hingga 29 Mei 2020 mendatang. Terutama bagi pasangan yang ingin menikah, tentu diharapkan harus mengikuti aturan menikah di tengah pandemi virus Covid-19 ini.

Pandemi virus Covid-19 ini bukan hanya membuat para pejuang mencari nafkah harus merasakan work from home (WFH). Tetapi, masyarakat umum lainnya juga perlu melakukan social distancing untuk tidak keluar dari rumah, tidak menghampiri kerumunan, tidak membuat acara yang menghadirkan orang banyak, termasuk pesta pernikahan.

Ada sebagian calon pengantin yang ingin tetap menggelar pesta pernikahan dengan skala kecil (melakukan prosesi akad nikah). Kemungkinan besar saja bisa melakukannya di rumah atau pun di KUA.

Namun, kamu perlu mengikuti aturan menikah yang diberikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) sebagai berikut.

Melaksanakan Akad Nikah di Rumah

1. Area tempat melaksanakan Ijab Kabul ini harus di tempat yang terbuka. Jika kamu ingin menggelar prosesi akad nikah di dalam ruangan. Maka, ruangan tersebut harus memiliki ventilasi. Agar udara sehat tetap bisa keluar masuk dan tidak sumpek.

2. Disarankan untuk membatasi jumlah tamu undangan yang hadir dalam prosesi akad nikah. Ini merupakan salah satu pencegahan virus Covid-19 yang bisa dilakukan. Dengan menjaga jarak 1 meter jika berinteraksi dengan orang lain.

Diusahakan untuk menghadiri pihak keluarga inti saja dan saksi dari kedua mempelai. Di dalam satu ruangan tersebut tidak lebih dari 10 orang, ya.

3. Semua orang yang bersangkutan harus melakukan cuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan tersebut. Kalau bisa, menyediakan hand sanitizer di titik sudut tertentu. Tak luput juga untuk membersihkan pakaian hingga lingkungan.

Semua orang yang bersangkutan di satu ruangan itu harus menggunakan masker (teruntuk orang yang sakit). Ini juga berlaku bagi para calon pengantin.

4. Kalau memang dari pihak keluarga inti ada yang merasa badannya kurang fit. Lebih baik untuk tidak menghadiri prosesi tersebut dan mengisolasi diri di rumah masing-masing saja.

5. Ini sangat wajib dilakukan bagi petugas, wali nikah dan calon pengantin pria untuk memakai sarung tangan. Karena nanti pihak inilah akan berjabat tangan saat ijab kabul.

Melaksanakan Akad Nikah di KUA

1. Tidak ada bedanya dengan menggelar prosesi akad nikah di rumah. Kamu pun juga harus membatasi orang yang hadir dalam prosesi akad nikah di KUA.

2. Semua pihak yang terlibat harus melakukan pencegahan virus Covid-19 yang mudah untuk dilakukan perorangan. Seperti misalnya mencuci tangan dengan sabu, menggunakan hand sanitizer, memakai masker, dan menjaga jarak dengan orang lain sejauh satu meter.

3. Menggunakan sarung tangan bagi petugas dan calon pengantin pria yang disebabkan akan berjabat tangan saat ijab kabul.

Langkah sederhana yang bisa memutuskan penyebaran virus Covid-19 ini dengan menghindari kerumunan. Kemenag itu sendiri meniadakan semua jenis layanan. Hanya melayani administrasi dan pencatatan pernikahan di KUA secara online.

Ada beberapa hal yang tidak ditiadakan dalam kurun waktu yang sebentar ini adalah bimbingan pernikahan bagi calon pengantin, konsultasi pernikahan, bimbingan klasikal, dan lain-lainnya.

Semua ini dilakukan demi memutuskan penyebaran virus Covid-19. Karena penyebaran virus Corona ini semakin hari semakin bertambah memakan korban.

Jadi, disarankan bagi para calon pengantin untuk mengikuti aturan menikah di tengah pandemi virus Covid-19 yang sudah diberikan imbauan oleh pemerintah untuk keselamatan bersama. Be safety!

sumber : https://www.weddingmarket.com/artikel/inspiration-wedding/aturan-menikah-di-tengah-pandemi-virus-covid-19

Recomendation News